Dr. Wigung Wratsangka

Pelestari dan Pelaku Adat Tradisi dalam peran pemandu titi laku dan pemaknaan Upacara Adat Daur Hidup, termasuk seni rias dan busana tradisi. Dokter Wigung Wratsangka,  dikenal luas sebagai “pembawa acara”, pranata cara manten. Bahkan, ditengarai pula sebagai “pengusaha pemandu adat manten” yang dikenali sebagai weding organizer (EO) terkemuka, spesialis pesta perkawinan. Namun, aktivitas dan gerakan Wigung dalam memaknai profesi organizer dan pembawa acara, melampui batas-batas transaksi keenomian sebagai penyedia jasa manajemen event. Penguasaan pengetahuan Wigung tidak berbatas pada keahlian medik sebagai seorang dokter, penguasaan keterampilan membawa acara dan praktik pemanduan adat tradisi, tidak sebatas dan sekadar pelayanan order, melainkan keterampilan dan keahliannya telah melampui batas kebutuhan di atas rata-rata sebagai pembawa acara dan pemandu adat manten. Yaitu, keahlian dan keterampilannya membawa acara telah ditularkan kepada masyarakat luas yang membutuhkan, bahkan memiliki kerelaan tinggi bekerjasama dan berbagi kesempatan dengan para pembawa acara lainnya, dari yang masih pemula maupun yang setara maupun lebih dari dirinya. 
Tradisi akademis yang ada pada dirinya sebagai seorang dokter, naluri menghimpun pengetahuan dari membaca referensi dan timbunan pengalaman praktik kerja profesinya terkait adat dan tradisi Jawa, telah pula menjadi pengetahuan tata upacara adat-adat tradisi terkait daur hidup manusia, dari sejak dalam kandungan, kelahiran, tahapan perjalanan hidup, hingga perkawinan dan kematian, yang sangat dikuasainya, termasuk pemaknaan simbol dan penerapannya dalam upacara adat daur hidup orang pribadi dan keluarga. 
Wigung telah pula punya kebersediaan menyebarluaskan pengetahuan, menjadi rasasumber pengetahuan tata cara, beragam pernik simbol dan makna beserta uba rampe kelengkapannya, berikut praktik penerapannya dalam berbagai upacara adat tradisi terkait daur hidup. Termasuk, sampai dengan pemilahan dan pemilihan beda-beda ragam gaya dan versi wilayah kultural lokalnya. Bahkan, dalam praktik memadukan antar gaya telah menjadi keahlian yang dipraktikkan. Lebih dari itu, Wigung juga menjangkau wilayah pemaknaan simbol dan penerapan pengenaan beragam adi busana adat, tata rias adat, asesoris busana adat,  sesuai peruntukannya. Semua pengetahuan, keahlian, dan keterampilan yang dimiliki Wigung dalam upacara daur hidup, tidak lagi menjadi pengetahuan pribadi atau hanya terbatas bagi para pelanggannya, melainkan telah disebarluaskan, ditularkan kepada masyarakat melalui media presentasi, makalah seminar, pelatihan, dan publikasi melalui media massa,  termasuk pemularan secara khusus kepada para yunior pada sesama profesi.
 Kelebihan lain Wigung di wilayah seni, adat, tradisi, tidak dicapai tiba-tiba melainkan melalui ketekunan panjang disertai intensitas perhatian yang penuh karena ia juga memiliki kecintaan praktik dalam karawitan, pedalangan, menyanyi, dan tembang dan macapat. Bahkan, Wigung seorang penari Jawa yang mengisi ruang prestasi seni di kala mudanya, selain aktif dalam kegiatan kepemudaan dan kemahasiswaan. Beragam penghargaan karena pretasinya telah diraih sejak sekolah dasar.
Wigung Wratsangka, lahir di Pacitan Jawa Timur, 19 September 1967. Menempuh pendidikan SMA di Yogyakarta (SMA Negeri 2), dan lulus dokter dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, 1986. Aktif bergerak di bidang adat tradisi, sejak 1987. Membawakan acara dan memandu peristiwa adat tradisi daur hidup budaya Jawa hingga seantero Indonesia, dari tingkatan keluarga biasa di desa dan kota, sampai dengan perhelatan keluarga pejabat negara di daerah dan nasional, dan keluarga-keluarga istana, serta  pemuka-pemuka wirausaha. Aktif menulis makalah presentasi sebagai narasumber berupa materi detail Upacara Tradisi terkait daur hidup seperti tata cara majang tarub, siraman, midodareni, panggih penganten, tedhak siten, tingkeban, taraban, panggih pondhongan, dan sebagainya. Terkait dengan itu, pengetahuannya tentang upacara adat tersebut telah direkam dalam bentuk video dan disiarkan melalui JogjaTV menjadi lebih dari 52 seri penayangan. Ia juga sangat sering menjadi narasumber upacara adat daur hidup yang disiarkan melalui beberapa stasiun televisi.
Selain itu, Wigung aktif mempelajari, menyebarluaskan pengetahuan adat rias dan busana tradisi Jawa dengan menunjukkan praktik penerapannya. Wigung juga aktif di organisasi tata rias busana, seperti HARPI MELATI, Yogyakarta, HASTANATA, dan Tiara Kusuma. Ia juga salah seorang pendiri dan penggerak organisasi pembawa acara, Paguyuban Pranatacara Yogyakarta (PPY) DIY yang kepengurusannya telah mencakup semua kabupaten/kota di DIY.  Dedikasi dan loyalitasnya di bidang adat tradisi di antaranya dengan sepenuh hati suntuk menekuni, bahkan meninggalkan kerja praktik dokter yang menjadi hak kompetensinya. Wigung telah menjadi “dokter” untuk penyehatan adat tradisi upacara daur hidup masyarakat Jawa.

Dr. Wigung Wratsangka sedang di kraton
Dr. Wigung Wratsangka sedang di kraton
Dr. Wigung dan perlengkapan acara
Dr. Wigung dan perlengkapan acara
Bersama Tim
Bersama Tim
Dr. Wigung Wratsangka
Dr. Wigung Wratsangka