Slamet HS

Dalam dunia seni teater kethoprak, terutama di SRI Cabang Yogyakarta (PRI Nusantara II Yogyakarta, namanya sudah tidak asing lagi. Beliau adalah orang yang grapyak, semanak, dan Bahasa jawanya halus. Slamet Hadi Sardjono,atau yang lebih dikenal dengan Slamet HS, lahir pada 4 April 1954 di Bantul. Beliau mengenyam pendidikan hanya sampai SMA. Namun karena bakatnya dalam seni kethoprak, menjadikan karirnya meningkat sebagai sesepuh Kethoprak Keluarga Kesenian JAwa RRI Yogyakarta. 

Tinggal di Dusun Prancak, Gelondong, Panggungharjo, Sewon, Bantul Slamet HS memulai karier di kampungnya pada tahun 1975. Keikutsertaannya pada panggung ketoprak bermula dari tetangganya, R. Kadarisman, yang sudah lebih dulu terjun ke dunia ini. Kethoprak menjadi hiburan yang digemari masyarakat kala itu.Setiap peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Slamet beserta ternawternan kethoprak kerap tampil pada panggung hiburan di tinglwt kelurahan, kecamatan, maupun kabupaten. Salah satu peran yang sangat berkesan adalah ketika bermain dalam Lakon Trunojoyo Tundung Slamet berperan sebagai Trunojoyo, peran ini sangat membekas dalam benak para penonton.Terbukti banyak warga yang menyapanya dengan Trunojoyo saat bertemu dalam keseharian. Selain panggung di tingkat daerah tempat tinggalnya, la juga sering tampil pada panggung kesenian yang di acara Sekaten

Pada tahun 1984, beliau bergabung dalam grup kethoprak Sapta Mandala (Kodam V11/ Diponegoro), pada waktu itu sebagai pemain kethoprak keliling (kethoprak tobong). Tahun 1986, Slamet yang awalnya sempat bekerja sebagai pegawai swasta di perusahaan tekstil, mulai mengabdi di RRI Yogyakarta sebagai pemain kethoprak. Pemerintah pada saat itu cukup peduli dengan kesenian tradisional. Kethoprak sendiri telah cukup banyak membantu pemerintah, khususnya dalam menyampaikan program-program pembangunan dan pesan-pesan mendidik melalui cerita-ceritanya. Di samping itu, pada masa tersebut RRI menjadi salah sate media utama hiburan masyarakat. Malang melintangnya Slamet HS dalam mengisi acara kethoprak, beliau dan teman-temannya mendapat kesempatan untuk tampil di luar kota,seperti Jakarta dan Lampung. 

Selama berkecimpung di dunia seni kethoprak, Slamet tidak hanya bermain peran.Beliau juga merambah keranah sutradara dan penulisan naskah khusus kethoprak. Pertama kali Slamet menjajaki dunia sutradara kethoprak karena diajak oleh Bondan Nusantara, salah satu legenda pemain kethoprak. Menurut Slamet HS berkembangnya seni teater ketoprak,sumber cerita bisa diambil dari sejarah, babad, legenda, dongeng, cerita rakyat, novel, dan sebagainya. Dalam pementasannya kethoprak diiringi gamelan, menggunakan Bahasa Jawa, ada tembang dan keprak. Zaman tahun 1980-an sampai dengan sekarang, inovasi barn kethoprak ada bermacam-macam jenis,yaitu ketoprak gaya baru, kethoprak plesetan, dan kethoprak humor. Dilihat dad wujudnya, pagelaran, ada kethoprak panggung, kethopran pendhapan, kethoprak radio,dan kethoprak TV. 

Selama berkarier di RRI, tahun 1990 Slamet HS menjadi tenaga fungsional dalam Subseksi Siaran Budaya RRI Yogyakarta, menangani acara siaran kethoprak dan wayang kulit. Tahun 2000 beliau dikukuhkan menjadi Kepala Subsi Siaran Budaya, sebagai sesepuh kethoprak Mataram Keluarga Kesenian Jawa RRI Yogyakarta. Selanjutnya pada 1 Juni 2011 terjadi restrukturisasi RRI pejabat eselon V dilikuidasi, beliau kembali menjadi tenaga fungsional dengan jabatan Ajun Adikarta Slaran Madya. Tahun 2002 beliau bertugas sebagai staf seksi Musik Hiburan di RRI Yogyakarta. Setelah pensiun dari RRI, mulai tahun 2010 slamet HS diangkat menjadi Ketua Forum Komunikasi Kethoprak Bantul (FKKB). la terpilih menjadi ketua forum tersebut selama dua periode. 

Berbagai panggung kethoprak dirasakan oleh Slamet HS. Melalui panggung-panggung hiburan tersebut beliau mendapatkan banyak penghargaan. Mulai dari penghargaan sebagai pemeran terbaik sampai dengan sutradara terbaik berhasil diraihnya. Slamet HS juga pernah membuat makalah berjudul "Kethoprak Radio Kanggo Mbangun Imajinasi" yang disampaikan pada acara seminar bulanan di PSK UGM. 

Makalah tersebut berhubungan dengan HIPIIS Cabang Yogyakarta dan Lembaga Kajian Budaya Tembi Bantul. Dalam seminar tersebut, Sla met HS menyampaikan bahwa kethoprak merupakan seni teater tradisional yang sudah mengakar di DIY dan Jawa Tengah.*** 

 

Hasil Karya Patung
Hasil Karya Patung
Pertunjukkan Ketoprak
Pertunjukkan Ketoprak
Pertunjukkan
Pertunjukkan
Slamet HS
Slamet HS