Pemangku Upacara Adat Gubug Gedhe

Upacara Adat Rasulan Gubug Gedhe ini diselenggarakan Setiap satu tahun sekali. Penyelenggaraan upacara adat rasulan dilaksanakan pada hari Minggu Pahing bertempat di Gubug Gedhe Kalurahan Ngalang Kapanewon Gedangsari yang diikuti seluruh warga masyarakat. Kegiatan yang utama adalah wilujengan dengan kemasan khusus, kirab budaya, pentas seni dan pameran potensi lokal, balk kuliner, kerajinan, industri maupun aneka perlombaan yang diselenggarakan selama 7 hari. Sebagai bentuk rasa syukur upacara adat rasulan Gubug Gedhe yang diwariskan para leluhur ini memiliki tujuan untuk menumbuhkan kembali memupuk dan merengkuh kembali rasa persatuan dan kesatuan dimana seluruh padukuhan di Desa Ngalang terlibat dalam upacara adat Rasulan ini. Upacara Adat ini memiliki perbedaan diantara upacara adat pada umumnya, Perbedaannya antara lain bahwa 35 hari sebelum pelaksanaan upacara adat, kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat adalah bersama sama membangun Gubug dengan atap berupa blarak (daun kelapa/gedepe) jumlahnya lebih dari 5000 gedepe yang dikirim dari seluruh warga masyarakat. Setelah gedepe sampai di Gubug kemudian bersama-sama dipasang, kemudian dijadikan tempat untuk upacara adat rasulan dan tempatnya tidak pernah dipindahkan hingga saat ini. Konon Eyang Meles bersama dua putranya Eyang Kopek dan Eyang Kalangboyo bangga dan bersyukur melihat hasil panen warga melimpah, dan berkeinginan mengucapkan syukur kepadaTuhan Yang Maha Esa tetapi minta ada hiburan kesenian Tayub. Namun tidak ada tempat untuk penyelenggaraan, sehingga disepakati untuk membuat gubug yang besar dihamparan lahan yang luas, karena gubugnya cukup besar, maka disebut dengan nama Gubug Gedhe hinga saat ini. Maka setiap upacara adat rasulan kesenian wajibnya adalah tayub. 

Pelaksanaan Upacara adat Rasulan Gubug Gedhe bertepatan dengan hari Minggu Pahing diawali dengan kirap gunungan, berangkat sekitar pukul 09.00 dari balai kalurahan Ngalang menuju Gubug Gedhe sekitar 2 km. Kirab dipimpin langsung oleh Lurah didampingi Ketua BPD dan LPMD diikuti seluruh pamong dan lembaga kalurahan serta masyarakat perwakilan dari 15 Padukuhan dengan membawa gunungan sesuai potensi unggulan masing masing padukuhan. Setelah sampai di tempat upacara adat, dilakukan penyerahan gunungan dan uborampe dari pandega Bregada kepada Lurah, dilanjutkan dengan ucapan selamat datang, sambutan Bupati, pembacaan sejarah singkat upacara adat rasulan gubug gedhe dilanjutkan kenduri wilujengan yang diawali dengan pembacaan ikrar dan doa. Menghantarkan para tamu undangan bersama masyarakat menikmati makan slang, disajikan hiburan karawitan PKK dilanjutkan Tayuban, hingga acara selesai, dan malam harinya digelar pentas wayang kulit di balai kalurahan, sedang di Gubug Gedhe Digelar pameran kuliner, kerajinan dan potensi lainnya Upacara adat rasulan ini sudah dilakukan ratusan tahun oleh warga dan sampai saat ini tetap lestari. Tujuan utamanya adalah sebagai bentuk ucapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena lahan pertanian yang diwariskan para leluhur bisa menghidupi warga masyarakat hingga saat ini. Agar tetap lestari, maka pelaksanaannya dikelola oleh pemangku adat dan pengelola desa budaya yang kini dipimpin Kunto Wibowo.***

 

Upacara Adat Rasulan
Upacara Adat Rasulan
Kirab
Kirab