Pametri Wiji

Pelestari dan Pelaku Adat Tradisi dalam peran sebagai perkumpulan yang membagi pengetahuan dan pemahaman terhadap makna dan nilai Tosan Aji dan memberi dukungan dalam perawatannya secara adat. Berdiri tanggal 17 April 1983 di nDalem Mangunkusuman JI. Ibu Ruswo 45, Yogyakarta. Sekretariat Paheman Memetri Wesi Aji (Perkumpulan Pelestari Besi yang Bernilai atau Dimuliakan) berada di nDalem Puspodiningratan, JI. Mayjen Sutoyo No. 66, Yogyakarta. Pametri Wiji memberikan wadah bagi pelestari, simpatisan, dan penggemar tosan aji, bahkan masyarakat umum yang ingin mengetahui seluk-beluk tosan aji. Perkumpulan Pelestari Besi Aji (Tosan Aji) atau Pametri Wiji lahir setelah melalui rangkaian proses yang relatif panjang. Para pelestari tosan aji—sebelum mempunyai suatu wadah organisasi—sering bertemu untuk sekedar saling berbagi pengalaman dan saling membicarakan berbagai pengetahuan dan pemahaman tentang tosan aji yang diwariskan oleh leluhur. Dalam perkembangannya, pertemuan dan diskusi ini dibingkai dalam sarasehan secara informal dan terbatas dengan dihadiri oleh orang-orang yang sudah saling kenal. Pertemuan semacam ini disebut "blantikan" dan sifatnya tertutup, sehingga sulit bagi masyarakat umum untuk ikut terlibat dalam proses berbagi pengalaman dan mendalami warisan pengetahuan leluhur tentang tosan aji. Dalam konteks ini, pengetahuan dan pemahaman tentang tosan aji relatif hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu yang ikut terlibat dalam pertemuan tersebut. Dengan diilhami oleh organisasi pelestari tosan aji Bowo Roso yang telah berdiri terlebih dahulu di Surakarta, para pelestari tosan aji Yogyakarta yang dipelopori oleh RM. Supono dan Suwarsono Lumintu membentuk suatu wadah perkumpulan bagi pelestari tosan aji di Yogyakarta untuk membuka peluang berbagai kajian yang terkait dengan tosan aji, serta terbuka untuk umum agar memudahkan masyarakat luas yang ingin mengetahui dan memahami tosan aji. 

Perkumpulan tersebut kemudian diberi nama Paheman Memetri Wesi Aji yang disingkat Pametri Wiji. Kegiatan rutin yang dilakukan oleh Pametri Wiji adalah sarasehan yang digelar setiap bulan dan terbuka untuk umum. Pada gilirannya, Pametri Wiji mendapat kepercayaan dari Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat untuk turut serta meramaikan acara perayaan Sekaten, dengan mengadakan pameran tosan aji di Siti Hinggil. Kegiatan-kegiatan lain untuk melestarikan warisan pengetahuan leluhur dan tradisi perawatannya, adalah sarasehan rutin bulanan, pameran, siraman (jamasan) pusaka sebagai bentuk pelayanan bagi masyarakat setiap bulan Suro, berbagi pengetahuan dan pemahaman tentang tosan aji bagi masyarakat, serta kajian dan dokumentasi tentang berbagai hal terkait dengan tosan aji. Tosan aji atau wesi aji merupakan istilah bahasa Jawa untuk menggambarkan berbagai jenis senjata tradisional yang terbuat dari besi dan dianggap sebagai pusaka, seperti keris, tombak, pedang, dan sebagainya. Tosan aji memiliki makna besi yang bernilai atau dimuliakan. Masing-masing jenis senjata yang terbuat dari tosan aji, mengandung berbagai komponen yang saling terajut di dalamnya dan membentuk makna atau nilai tertentu. Rajutan berbagai komponen, seperti teknologi, estetika, filosofi, identitas, status, dan kekuasaan akan menghasilkan makna dan nilai yang berbeda terhadap masing-masing jenis senjata yang dihasilkan ketika terjadi pengurangan ataupun penambahan komponen yang terdapat dalam rajutantersebut. Dalam konteks ini, Pametri Wiji sebagai perkumpulan pelestari tosan aji di Yogyakarta justru tidak hanya membuka ruang untuk menampilkan berbagai wujud dan bentuk tosan aji saja, tetapi juga berusaha membagi pengetahuan dan pemahaman terhadap makna dan nilai yang terkandung di dalamnya. Bahkan usaha untuk memberi pelayanan pada masyarakat melalui siraman atau jamasan pusaka setip bulan Suro telah memberikan arah bahwa pencucian atau pembersihan pusaka yang mengisyaratkan pembersihan diri dan hati agar mendapatkan perlindungan dan keselamatan dari Sang Pencipta. Pametri Wiji memberikan ruang lebar bagi penghayatanmanusiaataskeberadaandirinya.*** 

 

Jamasan Pusaka
Jamasan Pusaka
Kegiatan Pametri Wiji
Kegiatan Pametri Wiji
Pendiri
Pendiri